Breaking News

Mengenal Sejarah Masjid Cheng Ho Pandaan Pandaan Pasuruan

Masjid Cheng Ho Pandaan – adalah masjid ketiga dari beberapa masjid Cheng Hoo di Indonesia. Dua masjid termasuk Masjid Cheng Hoo Palembang dan Surabaya. Pendirian Masjid Cheng Hoo Pandaan Pasuruan berbeda dari masjid Cheng Hoo Palembang dan Surabaya di mana administrator Dewan Islam Tauhid Islam atau Asosiasi Islam Cina Indonesia (PITI) menentangnya.

Masjid di Pasturuan Pasuruan didirikan pada biaya yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sehingga masjid ini adalah tujuan pemerintah kabupaten untuk membuat masjid ini sebagai tempat pariwisata agama dan ikon Pasuruan. PT. Pos cabang di Kabupaten Pasuruan menangkap masjid ini di kalender yang didistribusikan secara gratis kepada publik. Ini adalah bagian dari promosi untuk memperkenalkan situs pariwisata Kabupaten Pasuruan.

Sejarah pendirian Masjid Pasuruan Pasuruan Pasaruan Hoo Pandaan
Masjid Cheng Hoo Pandaan Pasuruan berbeda dari masjid Cheng Ho di Indonesia, yaitu Masjid Cheng Hoo Palembang dan Surabaya. Perbedaannya adalah masjid Cheng Hoo Pandaan berdiri dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan sementara Masjid Cheng Hoo Palembang dan Surabaya Dilator oleh PITI (kepercayaan iman dari Tawhid Islam).
Lokasi masjid ini diprakarsai oleh Bupati Pasuruan, Jusbakir Aldjufri. Di mana tujuan digunakan sebagai landmark agama untuk pengguna jalan di daerah di sekitar masjid. Pada tahun 2003 Masjid ini mulai dibangun dan pada 23 September 2006 bertepatan dengan Ramadhan 1427 yang digunakan untuk doa tarawih pertama.

Bupati Pasuruan Jusbakir Aldjufri meresmikan pendirian masjid ini dua tahun kemudian yaitu 27 Juni 2008. Pembangunan masjid ini menggunakan tanah kosong milik Kabupaten Pasuruan yang telah dikelola oleh Layanan Pertanian. Pembangunan masjid yang memiliki bentuk seperti kuil atau pagoda biasanya digunakan oleh Tridharma ummah.
Bertujuan untuk menunjukkan universalitas syariah di mata publik, bahwa Islam adalah Rahmatin lil Alamin atau Rahmad untuk alam semesta, di mana bangsa, negara, etnis dan sebagainya tidak tahu Islam. Meskipun masjid dalam bentuk gaya Cina, umat Islam menggunakan masjid ini untuk beribadah. Pesan jam masjid di jam digital masjid

Arsitektur Masjid Cheng Hoo Pasturuan
Kemiripan Bangunan Masjid Cheng Hoo Pandaan dibaca dari arsitektur Masjid Cheng Hoo Surabaya yang merupakan masjid pertama yang digunakan sebagai ikon dan tempat wisata agama. Masjid ini memiliki tempat bagi para penyembah yang ingin tidur sejenak dan juga tempat yang dapat disewa sebagai tempat pertemuan yang terletak di lantai dasar masjid.
Tempat doa berada di lantai 2 masjid di mana ruangan ini dilarang untuk tempat tidur. Masjid ini memiliki luas 50 x 50 meter yang merupakan keseluruhan area masjid.

Lokasi Masjid Cheng Hoo Pandaan Pasuruan
Lokasi masjid ini berada di pinggiran jalan di mana pengemudi dapat mampir untuk beristirahat dan menikmati pemandangan yang menakjubkan. Lokasi di Jawa Timur, Jln. Raya Malang-Surabaya-Trawas-tretes. Selain itu Anda akan menemukan vendor jalanan yang menjual di sekitar masjid.
Berbagai macam makanan ringan yang ditawarkan seperti jagung, herbal rebus dan lainnya. Jadi Anda akan dimanjakan dengan pemandangan di daerah tersebut dengan bertemu jagung rebus.

Dengan demikian artikel tentang sejarah dan latar belakang masjid Cheng Ho Pandaan Pasuruan. Di mana masjid ini adalah masjid ketiga di Indonesia dengan arsitektur bangunan yang mirip dengan kuil. Membuktikan bahwa di Indonesia kaya akan tempat wisata yang indah dan memiliki sejarah tertentu. Itu saja dan terima kasih.