Breaking News

Kenali Profil Risiko Diri Sebelum Memulai Investasi

Memutuskan untuk melakukan investasi adalah sebuah langkah bijak dalam mengelola keuangan. Orientasi keuangan dalam berinvestasi setiap orang tentunya memiliki perbedaan. Perbedaan ini terdiri dari jangka waktu investasi, pengetahuan terhadap produk keuangan, serta kesiapan menghadapi risiko. Faktor menghadapi risiko seringkali dikenal dengan profil risiko. Sebelum memutuskan untuk masuk dalam instrumen investasi, ada baiknya mengenal profil risiko diri Anda. Sehingga investasi yang dilakukan bisa membawa keuntungan yang maksimal.

Salah satu slogan investasi yang populer adalah kenali, pahami dan nikmati. Kata kunci utama adalah kenali. Mengenali diri sendiri, dalam hal ini profil risiko diri Anda adalah sangat penting. Jangan sampai memilih produk atau instrumen investasi yang tak sesuai dengan profil risiko diri Anda dan jangka waktu investasi. Salah-salah bukan untung yang didapat, tetapi kerugian. Karena itu, mengenali profil risiko menjadi penting sebelum masuk instrumen investasi. Jika belum tahu Anda termasuk dalam profil risiko yang mana, simak jenis profil risiko dibawah ini.

Secara umum, ada tiga jenis profil risiko seseorang dalam berinvestasi. Yakni Konservatif, Moderat dan Agresif. Simak perbedaan ketiga profil risiko tersebut dan lihat ada dimana profil risiko diri Anda.

Perbedaan Jenis Profil Risiko Diri Anda

Konservatif

Mereka yang memiliki profil risiko konservatif cenderung menghindari risiko. Profil risiko konservatif tidak ingin kehilangan uang atau nilai investasinya. Mereka berusaha melindungi nilai pokok investasinya sehingga tidak mau mengalami kerugian sama sekali. Profil risiko konservatif tidak mempermasalahkan imbal hasil yang mini asalkan nilai pokok investasi tidak tergerus.

Jangka waktu investasinya juga cenderung pendek dan beberapa diantaranya memiliki pemahaman yang kurang cukup dalam produk dan dunia invetasi serta keuangan. Produk investasi yang cocok untuk mereka yang memiliki profil risiko konservatif adalah Deposito, Reksadana Pasar Uang, serta logam mulia. Profil risiko konservatif ditujukan bagi masa investasi 1 hingga 2 tahun.

Moderat

Profil risiko yang kedua adalah Moderat. Mereka yang memiliki profil risiko moderat cenderung siap menerima risiko atas nilai investasi yang digunakan. Jika Anda siap kehilangan 10-20 persen dari nilai investasi dengan harapan bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar, bearti Anda masuk tipe moderat. Profil risiko moderat membuat seseorang lebih berani mengambil risiko namun tidak terlalu besar.

Tujuannya tentu ingin imbal hasilnya lebih besar dari hasil investasi mereka yang profil risikonya konservatif. Profil risiko moderat menyusun portofolio investasinya dari beberapa campuran produk. Sejumlah produk keuangan yang cocok untuk mereka yang berprofil risiko moderat adalah Reksadana Campuran, Obligasi Korporasi dan Pemerintah, serta campuran sejumlah Reksadana Saham dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Profil risiko moderat cocok bagi Anda yang tujuan keuangannya ingin dicapai dalam waktu 3 hingga 5 tahun.

Agresif

Seringkali disebut juga risk taker. Profil risiko agresif menginginkan mendapatkan imbal hasil yang tinggi. Mereka yang memiliki profil risiko agresif siap menerima risiko. Bahkan siap jika kehilangan hingga 30 persen dari nilai pokok investasinya karena yakin akan mendapatkan imbal hasil yang tinggi pula. Tipe profil risiko agresif cenderung memilih jangka waktu yang lebih panjang.

Profil risiko agresif biasanya cocook bagi yang masih muda guna mengumpulkan dana dimasa yang akan datang. Jenis produk yang sangat cocok untuk mereka yang berprofil risiko agresif adalah Reksadana Saham, Reksadana Saham Tematik, Saham, atau terjun dalam bisnis langsung. Mereka yang berprofil risiko agresif memiliki orientasi tujuan keuangan diatas 5 tahun.

Apakah Anda sudah mengenali profil risiko diri sendiri?. Pastikan produk keuangan dan investasi yang dipilih sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu tujuan keuangan. Jangan memaksakan diri untuk mendapatkan imbal hasil yang besar jika jangka waktu investasi pendek. Misalnya menyiapkan dana untuk uang muka rumah yang akan dibeli dalam waktu dua tahun.

Pilihlah produk investasi yang konservatif agar nilai investasi Anda tidak tergerus saat dibutuhkan. Namun jika untuk rencana biaya pendidikan atau kuliah anak Anda yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah dasar, tak ada salahnya menyiapkannya lewat produk investasi yang lebih agresif karena jangka waktu investasi masih cukup panjang.

Baca Juga : Gaji Karyawan