Breaking News

fire protection system

ini dia 3 Perbedaan Fire Protection System Aktif dan Pasif

ini lah 3 perbedaan Fire Protection System aktif dan pasif. Resiko kebakaran dapat terjadi dimanapun, terhitung tempat kerja seperti pabrik atau perkantoran. Perusahaan punyai kewajiban mengaplikasikan konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk tiap pegawainya. Salah satunya usaha yang bisa dilaksanakan dengan membuat Fire Protection System.

Dalam prakteknya, perlindungan kebakaran yang penting dilaksanakan oleh perusahaan harus memiliki sifat lengkap. Tidak sekedar sediakan alat pemadam api enteng (APAR). Tetapi, Anda harus ketahui jika perlindungan pada kebakaran harus dilaksanakan dengan aktif dan pasif sebagai wujud pelindungan lengkap.

 

 

Pemahaman Fire Protection System Aktif dan Pasif

Instalasi Sistem perlindungan kebakaran yang memiliki sifat aktif dan pasif jadi sisi penting sebagai usaha penangkalan kebakaran. Aplikasinya bisa meminimalisir resiko berlangsungnya korban harta benda atau jiwa sepanjang pada tempat kerja. Tetapi, apa Anda tahu apakah yang disebutkan perlindungan kebakaran aktif dan pasif?

Mekanisme Perlindungan Pada Kebakaran yang Memiliki sifat Aktif

Mekanisme perlindungan yang memiliki sifat aktif sebagai mekanisme pengatasan kebakaran berbentuk fasilitas untuk mengetahui dan atau pemadaman kebakaran. Dalam prakteknya, Fire Protection System aktif terdiri jadi beberapa kelompok, terhitung salah satunya ialah:

 

1. Pendeteksian

Usaha ini bisa Anda kerjakan secara tempatkan sensor yang bermanfaat untuk mengetahui panas, asap, atau api. Seterusnya, sensor itu akan bekerja mengirim signal untuk mengingatkan semua penghuni bangunan.

 

2. Pemadaman

Kelompok yang ke-2 ialah pemadaman. Anda bisa lakukan instalasi mekanisme pemadaman baik yang bekerja dengan manual seperti APAR atau mekanisme automatis seperti instalasi mekanisme sprinkler.

 

3. Sirkulasi

Paling akhir, Anda perlu memerhatikan faktor sirkulasi. Triknya, bisa Anda kerjakan secara pastikan jika jalur penyelamatan terlepas dari asap saat kebakaran melalui penempatan kipas angin tahan api.

 

 

Pemahaman Mekanisme Kebakaran yang Memiliki sifat Pasif

Berlainan dengan mekanisme perlindungan yang memiliki sifat aktif. Mekanisme pelindungan kebakaran pasif condong tidak begitu dipandang serta sering dihiraukan. Pelindungan kebakaran yang memiliki sifat pasif bisa Anda kerjakan secara memakai piranti, fasilitas, atau sistem yang mempunyai tujuan untuk mengontrol panas atau asap saat terjadi kebakaran.

Implementasi mekanisme perlindungan pasif dalam usaha jaga keselamatan beberapa pegawai dengan 3 langkah, yakni:

1. Menahan Penebaran Kebakaran

Pengaturan panas atau asap oleh mekanisme perlindungan pasif bisa menahan berlangsungnya kebakaran yang semakin besar. Akhirnya, tingkat rugi yang dialami oleh perusahaan bisa diminimalisir.

 

2. Membuat perlindungan Jalur Penyelamatan

Implementasi Fire Protection System pasif membuat jalur penyelamatan aman dan terlindung dari kebakaran. Ini penting, supaya proses penyelamatan bisa berjalan lancar dan tidak ada korban jiwa yang banyak.

 

3. Membuat perlindungan Susunan Bangunan

Paling akhir, mekanisme pelindungan kebakaran yang memiliki sifat pasif sebagai salah satunya wujud pelindungan bangunan secara detail. Aplikasinya bisa pastikan jika susunan bangunan betul-betul aman dan mempunyai ketahanan yang kuat.

Ada beberapa faktor yang dapat Anda kerjakan sebagai sisi dari pelindungan kebakaran secara pasif. Satu diantaranya dengan mengatur bangunan dengan mekanisme kompartemen. Mekanisme ini bisa dilaksanakan dengan pisahkan bangunan yang punyai tingkat resiko kebakaran tinggi dengan bangunan lain. Disamping itu, ada juga opsi untuk menyiapkan fasilitas atau alat tolong penyelamatan.

Implementasi mekanisme perlindungan yang memiliki sifat pasif penting. Apa lagi, untuk bangunan yang mempunyai lokasi terasing atau susah dicapai petugas pemadam kebakaran. Aplikasinya bisa menahan penebaran kebakaran menjadi lebih besar. Demikian juga pada tempat kerja yang memiliki tingkat resiko kebakaran tinggi sekali.

 

Perlindungan Kebakaran Aktif dan Pasif, Lebih Baik yang Mana?

Sampai di sini, Anda jadi memahami mengenai ke-2 mekanisme pelindungan kebakaran yang memiliki sifat aktif dan pasif, kan? Lantas, antara ke-2 mekanisme ini, yang mana perlu Anda aplikasikan sebagai usaha untuk memberikan pelindungan kebakaran yang lebih bagus pada tempat kerja?

Terkait dengan usaha implementasi di atas lapangan, jawaban atas pertanyaan itu dapat berbeda. Ini mempunyai hubungan kuat dengan keadaan yang ditemui oleh beberapa pegawai pada tempat kerja. Apa lagi, tiap tipe industri punyai standard pelindungan kebakaran yang berbeda.

Tetapi, sebaiknya jika Anda lakukan instalasi mekanisme pelindungan kebakaran secara detail pada tempat kerja, baik aktif atau pasif. Opsi ini memungkinkannya beberapa karyawan bisa mendapat agunan keselamatan saat terjadi kebakaran. Apa lagi, ke-2 tipe mekanisme ini sama mempunyai peranan penting dalam usaha pengatasan kebakaran.

Pengadaan mekanisme perlindungan aktif membuat beberapa pegawai bisa melakukan tindakan dengan aktif untuk lakukan pemadaman saat terjadi kebakaran. Dalam pada itu, mekanisme yang memiliki sifat pasif akan menolong penangkalan penebaran titik api. Seterusnya, ke-2 mekanisme ini bisa Anda gabungkan untuk berikan teguran dan sekalian membantu proses penyelamatan.

 

Nach, tersebut penjelasan singkat berkenaan Fire Protection System yang memiliki sifat aktif dan pasif. Mudah-mudahan berguna