Breaking News

Fakta Menarik Seputar Liga 1 Indonesia di Tahun 2021

Liga 1 (Indonesia) - Wikipedia

Seperti yang telah diketahui bahwa Liga 1 Indonesia kembali hadir pada tahun 2021 setelah sempat tertunda tahun lalu. Beberapa minggu lalu juga bagian pertama Liga 1 sudah selesai dan bersiap untuk menghadapi bagian kedua pada pertengahan Oktober 2021.

Walaupun pertandingan baru berjalan setengah jalan, namun ada berbagai fakta menarik yang terjadi pada Liga 1 Indonesia 2021. Untuk mengetahuinya, simak ulasannya di bawah ini.

Format Pertandingan

Dikarenakan pandemi Covid19 masih melanda sejumlah daerah, pihak PSSI dan PT Liga Indonesia Baru atau (PT LIB) membuat berbagai aturan baru seperti kompetisi tetap bergulir dan memperhatikan potensi penyebaran virus. Untuk itu, PT LIB memilih untuk melakukan kompetisi secara series dan terciptalah enam series sepanjang musim Liga 1 Indonesia.

Pembagian klaster setiap daerah

Selain dari sisi jumlah pertandingan, ada juga aturan baru dengan membagi daerah menjadi tiga klaster untuk seluruh pertandingan kompetisi Liga 1 Indonesia. Klaster pertama antara lain Wilayah Banten, DKI Jakarta, dan juga Jawa Barat.

Untuk Klaster kedua adalah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lalu terakhir adalah klaster ketiga yang digelar hanya pada daerah Jawa Timur. Setiap klaster tersebut akan menggelar da pertandingan dari total enam seri yang dilakukan pada musim 2021 ini.

Tidak ada Tim dengan Status Tuan Rumah

Hal menarik lainnya dari Liga 1 Indonesia untuk musim 2021 adalah tidak ada tim yang memiliki status sebagai tuan rumah. Dari tiga klaster yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, ada 24 stadion yang melakukan pertandingan Liga 1 Indonesia.

PT Liga Indonesia baru yang merupakan operator kompetisi “mengocok” lokasi stadion tim sehingga tidak ada satupun tim bermain di stadion utamanya. Dengan begitu, tidak ada satupun klub yang diuntungkan dengan kondisi saat ini meskipun di tribun tidak ada penonton.

Hampir semua tim memiliki potensi menjadi juara

Pada jeda pertama Liga 1 Indonesia, terlihat bahwa Bhayangkara FC menjadi pemimpin klasemen sementara dengan poin mencapai 16. Sedangkan peringkat terakhir dimiliki oleh Persiraja Banda Aceh dengan nilai 3 saja dari total 6 pertandingan.

Meskipun secara matematis Bhayangkara lebih unggul, namun perlu diingat bahwa tim-tim dibawahnya memiliki poin yang sangat ketat. Misalnya untuk peringkat dua dan tiga (PSIS dan Bali United) memiliki poin sama 12 dan selisihnya hanya 4 poin saja dengan Bhayangkara FC sehingga potensi juara masih bisa direbut oleh tim lain.

Jumlah pelatih asing yang (masih) dominan

Masuk ke jajaran pelatih, terlihat dari 18 tim yang berlaga, setidaknya ada 10 pelatih asing yang menjadi manajer tim di Liga 1 Indonesia. Pelatih tersebut antara lain Angelo Alessio (Persija Jakarta), Eduardo Almeida (Arema FC), Stefano Cugurra (Bali United), Paul Munster (Bhayangkara FC), Mario Gomez(Borneo FC), Robert Alberts ( Persib Bandung), Igor Kriushenko (Tira Persikabo), Jacksen Tiago (persipura Jayapura), Milomir Seslija (PSM Makasar), dan terakhir Dejan Antonic (PSS Sleman).

Pemain muda cukup berkembang

Dengan kesulitan klub-klub mendatangkan pemain baru akibat Pandemi Covid19, hal itu membuat tim-tim Liga 1 Indonesia memilih memaksimalkan pemain muda. Apalagi Indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 membuat PSSI ingin tim mengorbitkan beberapa pemain muda agar dapat jam terbang bermain.

Dari hal tersebut bisa kita lihat bahwa pemain muda dipercaya oleh tim Liga 1 Indonesia untuk musim 2021.

Dari ulasan di atas, kita bisa melihat bahwa banyak fakta menarik saat putaran pertama Liga 1 Indonesia bergulir. Kita tunggu kejutan apa lagi pada saat putaran kedua berlangsung.