Breaking News

Kebijakan Cukai Tembakau Indonesia Jadi Sorotan Asing

Kebijakan Cukai Tembakau Indonesia Jadi Sorotan Asing

Salah satu jurnalis Amerika Serikat Michelle Minton melansir hasil pengusutan berkaitan peraturan cukai hasil tembakau di beberapa negara berkembang. Minton menjelaskan dalam situs sah Competitive Enterprise Institute pada Juni 2021 bagaimana semua kalangan masyarakat sipil di negara berkembang dikuasai melalui kampanye antirokok.

Jangan sampai ketinggalan berita menarik dan terupdat lainnya diĀ runhealdsburg.com, situs berita nasional yang menyajikan beragam berita terkini.

Awalnya, dalam interograsinya bertema “Bloomberg’s Philanthro-Colonialism: A Threat to Global Health and Science,” yang dipublikasi pada Februari 2021, ia mengkritik organisasi antitembakau di beberapa negara berkembang yang dilakukan oleh permodalan dari Bloomberg Philanthropies, intinya interferensi berkaitan peraturan hasil tembakau.

Sayang kampanye antitembakau ini dilaksanakan tanpa memerhatikan keperluan dan kebutuhan negara yang dibawa bekerjasama.

Dalam penemuannya, ada document sah dari Bloomberg mengenai permodalan dan taktik Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK) yang sudah dilakukan di beberapa negara. Lebih dari US$ 700 juta (Rp10 triliun) hibah diteruskan ke beragam organisasi antitembakau di penjuru dunia.

“CTFK adalah organisasi yang didanai oleh Bloomberg, dengan visi mengongkosi semua pergerakan antitembakau di penjuru dunia. Namun, ada kebutuhan perusahaan yang semakin besar di sana, yaitu memengaruhi beberapa negara berkembang untuk adopsi peraturan tembakau tertentu,” catat Minton.

Tidaklah aneh jika di beberapa negara berkembang di dunia, organisasi antitembakau seakan menjadikan satu suara dan menuntut pemerintahan untuk konsentrasi pada peraturan pengaturan tembakau.

“Walau sebenarnya pada realitanya, Bloomberg mempunyai kebutuhan sendiri, di mana yang menerima faedah dari dana yang diteruskan itu malah akan memengaruhi penopang kebutuhan yang menggenggam kunci peraturan,” ucapnya.

Untuk CTFK misalkan, mayoritas aktivitasnya diperuntukkan untuk memberikan keyakinan pemerintahan di beberapa negara berpendapatan rendah dan menengah untuk mengambil sisi dalam kampanye ini. Secara eksklusif, CTFK menampik mentah-mentah pemakaian tembakau dan menuntut supaya semua peraturan tembakau di penjuru dunia dipersamakan.

“Mereka tidak menimbang apa pendekatan itu sesuai keperluan atau kekhasan dari warga di negara itu atau mungkin tidak,” kata Minton.

Walau sebenarnya beberapa negara berkembang bisa saja mempunyai fokus serta sumber daya yang lain.

“Budaya, ekonomi serta geografis jadi factor pemasti sebuah peraturan di negara berkembang, serta taktik CTFK membiarkan beberapa faktor ini serta menuntut supaya aturan tembakau dipersamakan di penjuru dunia,” katanya.

Minton ungkap, Bloomberg dengan aktif memengaruhi satu negara dengan kerja sama dan kerjasama keuangan dengan beragam faksi, terhitung instansi swadaya warga (LSM).

Support Bloomberg untuk CFTK sampai ke Indonesia dengan kerja-sama dengan beberapa lembaga untuk mengadakan dan memodali lokakarya pengaturan peraturan untuk tubuh legislatif di Indonesia. Ini dilaksanakan untuk menggerakkan faksi berkaitan untuk mengintervensi peraturan pengaturan tembakau. Hal sama terjadi di Meksiko, Tiongkok, Nigeria dan Uganda.