Breaking News

Cara Membobol Meteran PAM Untuk Mencuri Air

JIKA Anda punya niat mencuri air PDAM, ada lebih dari satu cara yang kemungkinan bisa ditiru. Tapi jangan ketahuan, dikarenakan begitu terdeteksi petugas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, di samping pasokan air PDAM di rumah Anda dihentikan, diri Anda bisa terancam dikenai denda. Atau, kecuali tidak merampungkan bersama dengan petugas, Anda bisa dipidanakan.

Kalau para pengelola sumur artesis perumahan elit di Tanahmas mencuri bersama dengan cara menjebol saluran pipa PDAM sesudah itu menyalurkan air ke warga yang berlangganan artesis, di wilayah lain laksanakan modus yang berbeda-beda. Inilah di antaranya!

Di tempat Banyumanik, terlebih warga kompleks perumahan elit yang ada di situ, mencuri bersama dengan cara mengakibatkan kerusakan meter. Ini bisa dijalankan bersama dengan cara mempreteli kipas meternya. Seharusnya, jari-jari kipas meter normalnya ialah 2 centimeter, dipretel jadi 1 centimeter atau kurang dari itu.

Dengan cara itu, putaran meternya jadi pelan sekali. Tak tanggung-tanggung, lebih-lebih ada termasuk dipreteli sampai habis supaya kipasnya nyaris tak berputar.

Sumber-sumber yang didapat Suara Merdeka, pencurian jenis mempreteli kipas ini dijalankan termasuk oleh warga perumahan kompleks Bukitsari, Gombel Permai, lebih-lebih marak termasuk komplek militer, dan asrama polisi.

Petugas PDAM sedikitnya mendapati ada 550 pelanggan di tempat tersebut yang mencuri air bersama dengan cara tersebut.

Modus lain ialah bersama dengan memasang T sebelum meter. Inilah yang dijalankan para warga Jl Thamrin. Di sini, si pencuri memasang T terhadap pipa sebelum meter, sesudah itu terhadap pipa lanjutan sesudah meter Anda dipasangi kran. Nah, bersama dengan begitu, saat Anda menutup kran, maka air akan mengalir lewat lanjutan T, dan meter pun terhenti.

Kalau si pencuri sebulan cuma membayar 1 meter kubik, 2 meter kubik, atau meter condong utuh, namun air konsisten mengalir. Padahal tempat Jl Thamrin itu merupakan wilayah yang sulit air dan tidak ada sumur publik, tentu sang pencuri akan akan enteng ketahuan. Sedikitnya sebanyak 270 pelanggan di Jl Thamrin yang kedapatan petugas mencuri air bersama dengan jenis T ini.

Mestinya biar tidak amat mencolok, kemungkinan yang bisa dijalankan dijalankan pelanggan adalah kran pasca-T itu ditutup tiap dua-tiga hari sekali saja. Yah, pintar-pintarnya si pencuri sajalah.

Modus pencurian air lainnya adalah standing air tutup, namun air tiap hari mengalir. Ini banyak dijalankan warga di tempat Tanahmas. Sedikitnya, ada 100 pelanggan di situ yang ketahuan petugas PDAM. Selain itu, ada pula yang sebenarnya murni memasang lanjutan ilegal. Yang ini, marak berlangsung dimana-mana, nyaris merata di Kota Semarang. Kalau modus meter hilang atau rusak, jumlahnya relatif sedikit.

Itulah modus-modus pencurian air yang didapat petugas PDAM Tirta Moedal, saat memeriksa 8.423 pelanggan di daerah-daerah tersebut, sepanjang Februari 2009-Januari 2010. Total pelanggar, ada 1.500 pelanggan/kasus. Untuk menyelidiki itu, Bidang Nonrevenue Water (NRW) menerjunkan tujuh tim, tiap-tiap terdiri atas empat orang.

”Terhadap pelanggan yang ketahuan, air kita matikan, kita klarifikasi, dan kecuali dia sudi merampungkan denda dan lain-lain, begitu sistem selesai baru dipasang lagi. Sejauh ini yang merampungkan baru 60 persen, lainnya membandel,” kata Manajer Pengendali NRW PDAM Kota, Sucipto. (Yunantyo Adi S, Fahmi Z Mardizansyah-87)

Kasus pencurian air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dianggap berlangsung di lebih dari satu tempat. Petugas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang yang laksanakan sweeping termasuk berulang kali mengungkapkan kasus pencurian air yang sebabkan kerugian sampai ratusan juta tersebut. Siapa dan bagaimana aksi pencurian tersebut dilakukan, wartawan Suara Merdeka, Fahmi Z Mardizansyah dan Yunantyo Adi S, menurunkan jadi hari ini.

SEPERTINYA terdengar sepele, mencuri air. Namun senyatanya, praktik pencurian air bisa merugikan PDAM sampai miliaran rupiah per bulannya.

Pelakunya bisa perorangan atau group yang sudah terorganisir. Bahkan, PDAM sendiri lebih dari satu kali berhasil mengungkapkan adanya praktik pencurian air tersebut.

Yang mencengangkan, lebih dari satu besar pelaku bukan dari penduduk kalangan bawah, namun golongan mapan, merekat tinggal di perumahan elite. Misalnya terhadap pertengahan Desember 2009 lalu, PDAM mendapatkan lebih dari 100 rumah yang berada di tiga blok Perumahan Tanah Mas, dianggap mengfungsikan air secara ilegal.

Penemuan itu terungkap sesudah petugas dari Program Manager Pengendalian Non Revenue Water (PMPNRW) PDAM Kota Semarang laksanakan pemeriksaan.

Pemeriksaan dadakan itu biasa diadakan secara rutin. Salah satu tujuannya untuk mengantisipasi, apakah di wilayah tertentu terdapat pencurian air atau tidak.

Dari hasil sweeping tersebut, ternyata banyak warga yang tidak memahami air yang terpasang di rumahnya ilegal. Ditengarai, ada group terorganisir yang mengkoordinir pemasangan kepada pelanggan. Modusnya, group ini menawari warga yang tertarik rumahnya dipasangi air artetis. Tapi terhadap kenyataannya, air untuk keperluan sehari-hari itu diambilkan dari suplai air PDAM.

Hasil penelurusan mendapati, air tersebut diambil dari instalasi pengolahan air Gajahmungkur dan Kudu. Diduga mereka menjebol pipa saluran PDAM yang ada di depan rumah pelanggan untuk sesudah itu dipasang pipa tambahan. Melalui pipa tambahan inilah air disalurkan ke rumah pelanggan.

Setiap bulan, group ini termasuk menarik tagihan kepada pelanggan. Harga yang ditetapkan sindikat ini besarnya variatif. Sebab mereka menarik tarif berdasarkan kuantitas anggota keluarga.

Ditengarai, sindikat ini sudah lama laksanakan modus praktik pencurian air tersebut, kurang lebih sejak 2002. Akibatnya, sepanjang kurun saat delapan tahun terakhir, di tiga blok itu, PDAM mengalami kerugian sedikitnya Rp 2 miliar. Bisa jadi, kerugian yang ditaguk akan bertambah, dikarenakan sweeping belum diadakan secara menyeluruh ke lebih dari satu rumah yang ada di perumahan tersebut.

1.500 Pelanggaran
Manajer Pengendalian Non-Revenue Water (PNRW) PDAM Kota, Sucipto mengatakan, sweeping diadakan secara rutin. Sejak Februari 2009 sampai Februari 2010, PDAM Kota sudah mendapatkan lebih dari 1.500 pelanggaran. Beberapa di antaranya, kasusnya sudah diproses di kepolisian.

Pada Kamis (25/2) malam lalu, dia dan jajarannya berhasil mengungkapkan kasus pencurian air yang dijalankan pemilik apartemen Bella Modis di Jalan Setiabudi 106 Srondol, Semarang. Petugas menggerebek apartemen berlantai tiga itu. Awal mula penemuan itu berdasar laporan warga kurang lebih yang mengeluh kecuali air di wilayahnya lebih dari satu bulan belakangan mengalir pelan dan tidak lancar.

Atas laporan itu, petugas memeriksa lokasi, termasuk menelusuri aliran air dari saluran. Petugas termasuk menyita contoh air di apartemen itu. Kecurigaan timbul, dikarenakan diketahui contoh air itu memahami dari PDAM. Padahal pemilik apartemen itu tidak tercatat sebagai berlangganan.

Pemeriksaan kian diperketat dari jadi pukul 09.00 sampai pukul 21.00. Petugas termasuk membongkar saluran air sesudah ditemukan pipa tambahan yang digunakan untuk menyabotase. Pipa tambahan itulah yang sebabkan air mengalir ke apartemen.

Tidak cuma itu, dianggap kuat air curian itu termasuk digunakan tiga bangunan yang menyewa di tempat tersebut. “Modus yang dipakai di dalam pencurian air ini bersama dengan cara memotong pipa distribusi air utama berdiameter 2 inci dan menaikkan pipa tambahan. Pipa Water Meter BR tambahan ini menyalurkan langsung ke bak penampungan sebanyak enam buah yang terdapat di apartemen tersebut