Breaking News

Apa perbedaan crude oil dan shale oil?

Crude Oil

Crude Oil atau minyak mentah adalah campuran hidrokarbon kompleks yang berwarna gelap, terlampau kental, dan tersusun atas senyawa heteroatomik yang mampu dipisahkan jadi fraksi lewat distilasi. Minyak mentah menunjukkan kondisi alami bahan bakar seperti yang ditemukan di reservoir. Minyak mentah mesti disempurnakan untuk mencukupi spesifikasi yang dibutuhkan dari aplikasi pemanfaatan akhir.

Sebagian besar bahan bakar transportasi seperti bensin, solar, dan avtur adalah distilasi fraksional dari minyak mentah dengan menggunakan Macnaught Flow Meter. Ini punya nilai ekonomi yang rendah dibandingkan bersama minyak sulingan. Komposisi kimia dan pembawaan fisik minyak mentah seperti warna, bau, volatilitas, berat jenis, viskositas, dll. Bervariasi sesuai bersama tekanan, volume, dan suhu asal minyak mentah.

Minyak mentah terjadi di bawah tanah terhadap tekanan dan suhu tinggi. Suhu dan tekanan ini banyak variasi sesuai bersama kedalaman reservoir.

 

Shale Oil

Shale Oil atau minyak serpih adalah hidrokarbon yang berasal dari Oil Shale di mana Oil Shale ini adalah model batuan sedimen (biasanya mudstone atau siltstone) yang kaya kerogen. Oil shale seringkali disebut bersama batu yang mampu terbakar seperti halnya batu bara.

Hidrokarbon yang terkandung di di dalam oil shale ini berupa padat supaya tidak mampu segera diekstrak seperti halnya crude oil konvensional. Oil shale butuh ditambang, dipanaskan, dan hydrocarbon yang didapat mesti diolah lagi supaya membuahkan shale oil. Oleh dikarenakan itu, Shale Oil membawa harga yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama minyak mentah.

Minyak serpih belum terpapar tekanan dan suhu yang lumayan untuk mengubah hidrokarbon yang terlilit jadi minyak mentah. Endapan kerogen terhadap batuan minyak serpih bersama lembut dikonversi jadi minyak mentah lewat sistem alami.